Thursday , August 13 2020
Home / TRAVEL & CULINERY / Kuliner Frozen Food, Jadi Primadona Di Masa Pandemi

Kuliner Frozen Food, Jadi Primadona Di Masa Pandemi

GoHappyLive.com, JAKARTA- Pandemi Covid-19 telah menimbulkan krisis di berbagai lini,  salah satunya ekonomi. Guna mendorong perekonomian, JagatBisnis bekerjasama dengan UKM Mpek Moy, Mandiri Taspen, Sharp Indonesia, dan Aston Priority Simatupang menyelenggarakan workshop kuliner virtual, “Ayo…, Menjadi Pebisnis Frozen Food”.

 

Acara didukung oleh Frisian Flag, Indofood, Tupperware, Coca – Cola Amatil, Ichitan dan Evermos, membahas aspek bisnis kuliner frozen food rumahan dari hulu ke hilir di masa pandemi.

Frozen Food dipilih menjadi materi karena grafik penjualannya terbilang meningkat signifikan. Ketika Work From Home (WFH), masyarakat membutuhkan konsumsi makanan praktis, lezat dan bergizi, namun menawarkan keberagaman varian agar tidak bosan.

Talkshow dan cooking demo virtual ‘Ayo, Menjadi Pebisnis Frozen Food’ /foto: Dewi

Frozen Food menjadi solusi, karena hampir seluruh olahan Nusantara kelompok lauk pauk bisa di simpan dengan tehnik frozen.

Olahan Opor, Gulai, Kalio, Rendang, selain makanan jajanan seperti Mpek-mpek, Tekwan dan Baso. Serta masih banyak varian lain, yang bisa dikemas dan disimpan dengan cara frozen.

Budi Hartono, praktisi kuliner mengatakan, pebisnis frozen food mulai menggeliat ketika diberlakukannya WFH. Tinggal di rumah dengan interaksi intens pada seluruh anggota keluarga juga berdampak, salah satunya pada selera makan yang meningkat.

“Soal selera, ternyata masyarakat punya kesamaan untuk kembali ke selera asal yaitu kuliner rumahan yang autentik. Selain tidak membosankan dan lebih variatif, hadir perasaan nyaman dan dirindukan dari comfort food. Dan, yang perlu diingat, kuliner Nusantara banyak menggunakan rempah-rempah yang berkhasiat, diantaranya anti depresan, “kata Budi.

Frozen Food yang awalnya diproduksi pabrikan dengan varian terbatas berupa olahan daging serta produk makanan jajanan, sepanjang WFH variannya mulai dikembangkan, serta produksinya bisa dikerjakan dalam skala rumahan oleh pelaku kuliner skala UKM yang digawangi kaum perempuan.

“Variannya kian diperluas dengan kuliner Nusantara. Frozen food menjadi satu-satunya solusi karena praktis dan tahan lama jika disimpan dengan benar,” lanjut  wartawan  senior ini.

JagatBisnis selaku institusi media melihat peluang bisnis frozen food rumahan sebagai salah satu jaring pengaman ketahanan ekonomi keluarga.

Baik yang terkena PHK, berkurang penghasilannya, mereka yang menganggur, atau yang ingin menambah penghasilan dengan cara mudah.

Untuk itulah, JagatBisnis, portal online yang kian berkembang ini menyelenggarakan Workshop Kuliner Virtual.
Workshop diikuti oleh anggota komunitas diantaranya AIKD (Asosiasi Industri Kreatif Depok), Founder Organic Club, Santi Wibisono, Founder Indonesia Trip News, Evy, RCFC (Rudy Choirudin Fans Club) serta Sobat Ambyar.

Juga diikuti oleh pekerja media yang terdampak krisis dan kedepannya perlu untuk memulai berbisnis sendiri.

Kunci Rahasia Dan Ajakan Berbisnis Buat Pemula

Shinta, pemilik UKM Mpek Moy yang menjadi pembicara utama menyampaikan dengan lugas upayanya membangun bisnis kuliner frozen food Mpek Moy. Wanita asli Yogya ini memberikan beragam tip berbisnis ala UKM, serta proses produksi diantaranya penggunaan bahan dan teknik pengolahan.

 

Shinta Damajanti, pelaku UKM kuliner frozen food rumahan sukses mengusung citarasa otentik/ foto: istimewa.

Untuk citarasa otentik bumbu dan unsur pelezat seperti gula aren harus didatangkan langsung dari Palembang tempat kuliner Tekwan berasal. Bahan utama dipilih dari tenggiri segar yang baru ditangkap, dengan takaran daging dibuat dalam jumlah yang tepat.

Executive Chef Aston Priority Simatupang, Djoko Hendrasto memaparkan aspek Hazard. Selain otentik dan lezat, pelaku UKM kuliner harus memperhatikan aspek keamanan pangan dari hulu ke hilir. Diantaranya, tahu pasti kondisi bahan pangan yang digunakan, standar pengolahan, dapur yang digunakan, penyimpanan, pendistribusian hingga ke penyajian, selain harus memiliki perizinan.

Usai talkshow virtual, Shinta mendemokan Tekwan Frozen Food yang merupakan jajanan one dish meal. Citarasa rumahan yang asli dan lezat terasa dari rasa tekwan yang lezat, serta kaldu udang asli yang nikmat.

Ingin memberi solusi kepada mereka yang terkena PHK, masih menganggur dan yang sudah bekerja tapi ingin menambah penghasilan, Shinta memberi kesempatan untuk menjadi re – seller produk Mpek Moy, tekwan dan turunannya dengan keuntungan menarik kepada seluruh peserta Workshop Kuliner Virtual JagatBisnis.

Selain menghadirkan keterpurukan, pandemi Covid-19 bisa mendatangkan hikmah untuk memulai membuat jaring pengaman sosial. Insya Allah, usai pandemi Anda menjadi pribadi yang tahan krisis.

About Dewi Syafrianis

Dewi Syafrianis

Check Also

Festival Kuliner Kampoeng Tempo Doeloe Di JFFF  2019  Masih Usung  Kuliner Legendaris

GoHappyLive.com, JAKARTA-  Meski masyarakat Indonesia terkenal  sebagai konsumen yang paling potensial  dalam  menerima beragam produk …

Yeay, Ubud Bali Bakal Jadi Destinasi Gastronomi Dunia!

Jakarta, Gohappylive.com – Pernah berwisata ke Ubud di Kabupaten Gianyar, Bali? Ubud memang eksotis. Alam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *