Sunday , October 17 2021
Home / HEALTH & PARENTING / Mom Hati-Hati! Kurang Serat, Sebabkan Emosi Anak Tidak Terkontrol Lho

Mom Hati-Hati! Kurang Serat, Sebabkan Emosi Anak Tidak Terkontrol Lho

GoHappyLive.com, JAKARTA–Kecukupan serat anak Indonesia masih belum memenuhi standar rekomendasi asupan serat harian. Dari data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018, 95,5 persen penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun masih kurang konsumsi serat.

 

 

Pada penelitian lain juga menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak kekurangan asupan serat.

Dimana rata-rata anak Indonesia usia 1-3 tahun hanya memenuhi ¼ (seperempat) atau rata-rata 4,7 gram per hari dari total kebutuhan hariannya.

Jumlah ini masih jauh di bawah angka kecukupan gizi (AKG) yang direkomendasikan, yaitu 19 gram serat setiap harinya.

Dokter Spesialis Anak Konsultan dan Ahli Gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) mengatakan konsumsi makanan berserat tidak bisa diremehkan.

Kebutuhan serat yang tercukupi dapat membantu optimalisasi kesehatan saluran cerna yang krusial bagi tumbuh kembang dan kesehatannya.

“Pencernaan yang sehat akan membuat nutrisi makanan terserap dengan baik, yang juga akan berdampak pada sistem daya tahan tubuh anak menjadi lebih baik, dapat memberikan perkembangan yang optimal ke otak, bahkan dapat mempengaruhi emosi anak. Selain itu, pola makan dengan serat yang cukup juga mencegah anak mengalami sembelit (konstipasi) dan dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas di kemudian hari,” ungkap Dr. dr Ariani Dewi.

Sedangkan, Ahli Nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. atau akrab disapa Prof. Tati, mengatakan cara mudah untuk memastikan anak mendapat cukup serat adalah dengan memperkenalkan anak dengan berbagai jenis serat, hingga membiasakan konsumsi makanan berserat.

Beberapa pilihan jenis makanan berserat antara lain buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga makanan yang diperkaya serat. Beberapa contoh makanan kaya serat, yaitu: sereal sarapan dari gandum utuh, roti gandum dan oats, barli dan gandum hitam; buah-buahan seperti pir, melon dan jeruk; sayuran seperti brokoli, wortel, dan jagung manis; kacang polong, buncis dan pulses; kacang dan biji-bijian; serta kentang dengan kulitnya.

“Dalam hal ini orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup serta kejelian dalam memilih dan memberikan makanan yang berserat tinggi kepada anak agar dapat mendukung mengoptimalkan tumbuh kembangnya, ” jelas Prof. Tati.

Penting bagi si Kecil mengkonsumsi serat dalam jumlah cukup sesuai AKG yang telah ditentukan berdasarkan kelompok umur.

Sebagai contoh untuk anak usia 1-3 tahun, dibutuhkan setidaknya 19 gram serat setiap hari. Dalam bentuk makanan, 19 gram serat ini setara dengan hampir 2 kilogram wortel rebus atau 1,2 kilogram pepaya.

“Sayangnya jumlah ini umumnya cukup sulit dipenuhi melalui makanan yang mereka konsumsi sehari-hari dalam sekali makan. Oleh karenanya, dalam merencanakan pola makan serat sesuai kebutuhan anak, selain harus bisa menentukan jenis dan jumlah (porsi) asupan serat, orang tua sebaiknya juga dapat mengatur jadwal makan serat untuk membiasakan anak menyantap makanan yang kaya kandungan serat dalam beberapa kali sehari. Orang tua dapat mengatur jadwal makan serat anak, bukan hanya di makanan utama, namun juga bisa dengan strategi tambahan seperti memberikan makanan berserat 3 kali sehari sebagai selingan (snack) makan atau snacking time. Upaya ini diharapkan dapat membantu para Ibu untuk memastikan asupan serat harian anak tercukupi,” papar Prof. Tati.

Melihat pentingnya edukasi tentang makanan berserat dan dorongan gerakan yang tepat untuk mendukung para Ibu di Indonesia agar dapat membangun kebiasaan makan serat pada anak, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui Bebeclub meluncurkan kampanye “Jam Makan Serat”.

Rangkaian kampanye ini diharapkan dapat memudahkan para orang tua dalam memastikan asupan serat harian anak tercukupi dengan makanan dan minuman tinggi serat yang dapat memenuhi 50% kebutuhan serat harian anak jika dikonsumsi 3 kali sehari.

Dengan memiliki pencernaan yang sehat, akan dapat mendukung 7 kehebatan lengkap Si Kecil, yaitu: Pencernaan nyaman, Penyerapan nutrisi, Pencernaan lancar, Perlindungan alami, Tumbuh kembang optimal, Cepat tanggap, dan Menjaga suasana hati.

Shiera Syabila Maulidya, Brand Manager Danone Specialized Nutrition Indonesia mengatakan melalui gerakan ini, Danone mengajak anak untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat beberapa kali diantara waktu makan, yaitu jam 10 pagi, 2 siang dan 8 malam. Sehingga diharapkan dapat membentuk kebiasaan makan serat pada saat makan utama maupun saat snacking untuk dukung kesehatan pencernaan si Kecil.

Orang tua dapat mengatur jadwal makan serat anak, bukan hanya di makanan utama, namun juga bisa dengan strategi tambahan seperti memberikan makanan berserat 3 kali sehari sebagai selingan (snack) makan atau snacking time

“Selain gerakan “Jam Makan Serat”, kami juga menghadirkan satu satunya susu tinggi serat Bebelac Gold sebagai salah satu pilihan Ibu untuk melengkapi asupan serat harian dan nutris untuk si Kecil. Inisiatif ini dilakukan karena Bebeclub percaya bahwa kehebatan seorang anak perlu dimulai dari nutrisi tepat, khususnya asupan serat yang dikonsumsi agar bisa memiliki pencernaan yang sehat untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan holistik si Kecil,” urai Shiera.

Gerakan “Tantangan 21 Hari Makan Serat” mendorong orang tua untuk terlibat aktif dalam konsumsi serat anak, dimulai selama 21 hari dan terus menerus dilanjutkan sebagai kebiasaan yang baik untuk masa depan.

Gya Sadiqah, Selebriti dan istri Tarra Budiman yang juga sebagai ibu dengan 1 anak, mengaku sering merasa  khawatir ketika anaknya  mengalami gangguan pola Buang Air Besar (BAB) seperti konstipasi.

“Saat sedang BAB, tidak tega melihatnya bisa sampai menangis. Tapi, semenjak tahu dan menggunakan Bebelac Gold yang telah teruji klinis dapat membantu melancarkan pencernaan dalam 2 minggu, karena mengandung nutrisi susu tinggi serat. Hasilnya, bener terbukti dan Kalea jadi tidak konstipasi lagi. Apalagi dengan adanya kampanye “Jam Makan Serat” ini, tentunya akan semakin membuat saya sadar akan pentingnya untuk memastikan asupan serat harian Kalea tercukupi dari makanan tinggi serat serta dibantu dilengkapi dari nutrisi Bebelac Gold, ” papar Gya.

Selain  kampanye “Jam Makan Serat”,  Bebeclub juga menyediakan platform Tummypedia yang dapat diakses di https://bebeclub.co.id/tummypedia.

Dengan Tummypedia  mempermudah Ibu untuk memantau kesehatan pencernaan si Kecil di rumah hanya dengan 3 langkah mudah beserta fitur andalan, yaitu

1. Fitur cek BAB praktis setiap hari untuk mendapatkan diagnosis dokter

2. Cek asupan serat dan nutrisi

3. Ibu juga bisa  mengunduh Tummypedia report dengan diagnosa awal dokter yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan si Kecil.

 

About Dewi Syafrianis

Dewi Syafrianis

Check Also

Melahirkan Lebih Dari Satu Picu Vagina Jadi Kendor, Laser Vagina Tightening Ini Bisa Jadi Solusinya

GoHappyLive.com, JAKARTA- Kaum perempuan adalah makhluk yang paling peduli terhadap tubuhnya. Melakukan berbagai perawatan demi …

Apoteker Harus Bersahabat Dengan Digital, Wamenkes Dante: Pemerintah Dukung Transformasi Praktek Kefarmasian

GoHappyLive.com, JAKARTA- Pelayanan kefarmasian dengan pemanfaatan teknologi informasi sangat diandalkan di masa pandemi sekarang ini. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *