Friday , October 7 2022
Home / BEAUTY & FASHION / Sebelum Usia 21 Tahun, Pria Alami Kerontokan Rambut Hingga 25 Persen

Sebelum Usia 21 Tahun, Pria Alami Kerontokan Rambut Hingga 25 Persen

GoHappyLive com, JAKARTA– Di seluruh dunia, sekitar 60 persen pria dan 50 persen wanita mengalami beberapa bentuk kerontokan rambut sehingga membutuhkan penanganan khusus, seperti perawatan plasma darah (PRP – Platelet Rich Plasma) dan transplantasi rambut.

 

 

dr. Cintawati Farmanina, Mbio (AAM) – Dokter Ahli Transplantasi Rambut mengatakan rambut rontok seringkali menjadi masalah yang nyata pada setiap orang tapi kurang dibicarakan karena adanya stigma yang mengakibatkan dampak emosional dan sosial yang mendalam.

Padahal, rambut merupakan aspek penting dari penampilan manusia dan memiliki dampak signifikan pada daya tarik dan kepercayaan diri seseorang.

“Berdasarkan penelitian, satu dari enam orang akan merasa tidak nyaman melakukan kontak fisik dengan seseorang yang mengalami kebotakan / kerontokan rambut,” ungkap dr. Cintawati kepada media saat perayaan Hair Loss Awareness Month yang digelar secara online, awal pekan ini.

Secara umum, seseorang kehilangan 60 hingga 100 helai rambut per hari. Bila jumlahnya di atas rata-rata, maka perlu melakukan konsultasi dengan ahlinya untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang lengkap.

“Rambut rontok mempengaruhi pria dan wanita dari segala usia, dan banyak orang merasa sulit untuk berbicara atau mencari bantuan. Khusus pada pria, kebotakan pola (androgenetic alopecia) yang disebabkan oleh faktor genetik menyumbang lebih dari 95% kerontokan rambut,” papar dr Cintawati.

Menurut American Hair Loss Association, sekitar 25 persen pria mulai kehilangan rambut mereka sebelum usia 21 tahun. Pada usia 35, sekitar 66 persen pria akan mengalami beberapa tingkat kerontokan rambut.

Pada usia 50, sekitar 85 persen pria akan memiliki rambut yang jauh lebih tipis. Sementara pada wanita, kerontokan rambut lebih sering terjadi karena pengaruh hormonal, seperti menyusui, faktor usia dan menopause, serta gaya hidup tidak sehat pada rambut seperti terlalu sering di cat, atau memakai hijab dan menyisir di saat rambut basah.

dr. Farmanina, Mbio (AAM) menambahkan perawatan PRP dan Transplantasi rambut menjadi pilihan terbaik untuk membantu orang mendapatkan kembali kepadatan, cakupan, dan kesehatan rambut dan kulit kepala.

PRP merupakan perawatan yang mengolah dan memisahkan darah dan plasma darah pasien itu sendiri.

Setelah itu, plasma darah disuntikkan ke kulit kepala untuk mengatur pertumbuhan rambut yang lebih cepat, lebih panjang, dan tidak mudah rontok.

“Dalam perawatan PRP juga ditambahkan nutrisi untuk rambut seperti vitamin D, biotin, dan zink untuk memaksimalkan pertumbuhan rambut. Untuk kasus lain dengan kebotakan yang lebih luas, maka transplantasi rambut merupakan jalan terbaik,”lanjutnya.

Transplantasi rambut merupakan proses yang harus dilakukan oleh dokter ahli dan berpengalaman seperti dr. Farmanina, hair expert bersertifikat internasional, yang menggunakan teknologi DHI (Direct Hair Implant).

Metode DHI merupakan metode transplantasi rambut terbaik dunia yang memiliki tingkat keberhasilan hingga 97% dengan hasil rambut yang lebih natural, estetik dan sesuai dengan keinginan pasien.

Dalam metode DHI, kedalaman dan arah penanaman terukur sehingga memberikan angle yang baik.

Pasien Transplantasi Rambut & Musisi, Piyu ‘Padi’  mengatakan dirinya  beberapa tahun terakhir  lebih banyak berpenampilan dengan rambut pendek yang ditutupi topi.

“Karena rambut saya yang perlahan mulai rontok dan menipis. Hal tersebut membuat saya kehilangan karakter sebagai musisi sehingga saya memutuskan untuk melakukan transplantasi rambut untuk mengembalikan kepercayaan diri dan karakter saya sebagai musisi yang gondrong, ” tutur pria bernama lengkap Satriyo Yudi Wahono ini.

Sementara , Caesar Gunawan, Presenter TV & Penyiar Radio juga menempuh hal serupa.

“Karena perubahan rambut yang terasa berbeda secara signifikan dalam kurun waktu sekitar 5 – 7 tahun ke belakang, yaitu rambut yang kian menipis dan garis rambut yang semakin terlihat mundur, saya melakukan transplantasi rambut, ” ujar Caesar.

Caesar mengaku masalah rambut membuatnya menjadi tidak percaya diri, terutama saat melakukan kegiatan sehari-hari yang mengharuskan tampil di depan umum dan layar kaca.

Usai transplantasi rambut di Farmanina Aesthetic & Hair Clinic membuatnya seperti dilahirkan kembali dengan kondisi rambut seperti beberapa tahun sebelumnya.

dr. Cintawati  menambahkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merawat dan menjaga kesehatan rambut adalah rutin keramas menggunakan sampo dan kondisioner, rutin potong ujung rambut, memakai masker rambut, serta memenuhi asupan vitamin dan mineral.

 

About Dewi Syafrianis

Check Also

Teknologi TTE Pada Produk Skin Care, Seberapa Aman?

GoHappyLive.com, JAKARTA–Kulit terdiri dari beberapa lapisan yang memiliki tujuan dan kepentingannya masing-masing. Skin barrier merupakan …

Waspadai Stres Berlebih, Pada Perempuan Sebabkan Gangguan di Area Kewanitaan

GoHappyLive.com, JAKARTA–Sejak pandemi Covid-19 melanda, gangguan stres mengalami kenaikan  hingga 50 ℅ lebih banyak dibanding …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *