Tuesday , November 30 2021
Home / HEALTH & PARENTING / Waspadai Demam Tifoid Pada Anak Indonesia Masih Tinggi , Cegah Dengan Vaksinasi

Waspadai Demam Tifoid Pada Anak Indonesia Masih Tinggi , Cegah Dengan Vaksinasi

GoHappyLive.com, JAKARTA- Kasus demam tifoid masih menjadi penyakit endemic di Indonesia dan sejumlah negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Prevalensi demam tifoid yang cukup tinggi yaitu mencapai 500 kasus per 100.000 penduduk per tahun.

 

Data WHO memperkirakan 11 – 20 juta orang sakit karena demam tifoid dan mengakibatkan kematian sebanyak 128.000 – 161.000 orang setiap tahunnya di seluruh dunia.

Sementara berdasarkan studi yang dilakukan di daerah kumuh di Jakarta, diperkirakan insidensi demam tifoid adalah 148.7 per 100.000 penduduk per tahun pada rentang usia 2 – 4 tahun, 180.3 pada rentang usia 5–15 tahun dan 51.2 pada usia diatas 16 tahun.

Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, Sanofi Pasteur Indonesia menginisiasi kampanye #SantapAman untuk mensosialisasikan pentingnya mendapatkan vaksinasi untuk mencegah penyakit menular melalui makanan atau food borne disease terutama penyakit tifoid.

Sebab melalui vaksinasi, tubuh mendapatkan perlindungan ekstra dan kita bisa menyantap berbagai makanan dan minuman tanpa rasa khawatir.

Sebagaimana diketahui sebab risiko kontaminasi makanan atau minuman bisa terjadi pada tahap mempersiapkan bahan makanan, proses pengolahan, penyajian, pengemasan, penyimpanan, dan bahkan tahap pengantaran makanan – baik yang disiapkan sendiri, dibeli, maupun melalui pemesanan.

Perubahan pola perilaku dalam pembelanjaan terutama makanan secara online yang meningkat sebanyak 97% juga patut diperhatikan.

Pasalnya, tidak mudah untuk memastikan bahwa makanan atau minuman yang kita konsumsi terbebas dari kontaminasi kuman penyebab food borne disease seperti demam tifoid.

Demam tifoid adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella Typhi melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.

Penyakit akut ini memiliki gejala demam yang meningkat secara bertahap tiap hari serta lebih tinggi pada malam hari, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan dan lemas, serta munculnya ruam.

Pada anak-anak, tifoid disertai sering mengalami diare, sementara orang dewasa cenderung mengalami konstipasi.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI., mengatakan Food borne disease seperti demam tifoid dapat dicegah dengan cara menjaga sanitasi dan higienitas pribadi dan menghindari kontak dengan penderita.
“Mengingat Indonesia masih merupkan negara endemik tifoid, maka vaksinasi merupakan langkah optimal serta efektif untuk mencegah demam tifoid.

Cara kerja vaksinasi untuk penyakit tifoid yaitu meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi bakteri Salmonella Typhi. Vaksinasi dapat dilakukan mulai usia dua tahun ke atas dan untuk mendapatkan perlindungan maksimal, seseorang direkomendasikan mendapat vaksinasi tifoid setiap tiga tahun sekali,”ungkapnya.

Salah satu jenis vaksin tifoid yang umum digunakan adalah vaksin tifoid injeksi polisakarida Vi. Data setelah pemantauan selama 20 bulan menunjukkan vaksin tifoid jenis ini memberikan perlindungan terhadap penyakit tifoid sebesar 74%.

Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia, dr. Dhani Arifandi T., menjelaskan Kampanye #SantapAman dilatar belakangi oleh berkomitmen menjadi mitra kesehatan terpercaya yang menyediakan perlindungan kesehatan berkualitas melalui vaksin dan mengedukasi berbagai pihak mengenai pentingnya vaksinasi.

“Di kampanye #SantapAman, kami mengajak semua pihak agar senantiasa menjaga higienitas saat menyiapkan makanan, rutin mencuci tangan, dan selangkah lebih maju dengan memberikan perlindungan untuk diri serta keluarga dari risiko penularan penyakit melalui makanan dengan melakukan vaksinasi tifoid agar kita lebih tenang saat menyantap makanan favorit,” papar dr. Dhani.

Chef dan pecinta kuliner, William Gozali yang akrab disapa Willgoz, yang turut hadir di acara yang sama menuturkan mencoba berbagai kuliner termasuk memasak menu baru yang sedang tren merupakan hal yang menyenangkan.

Namun begitu, perlu memastikan setiap tahapan proses pembuatan makanan atau minuman tetap mengutamakan higienitas.

“Hal ini selaras dengan Kampanye #SantapAman yang mengingatkan kita pentingnya vaksinasi tifoid agar kita bisa menikmati makanan dengan aman dan terhindar dari risiko penyakit demam tifoid,” tutur Chef Willgoz.

Kampanye #SantapAman dilakukan melalui edukasi mengenai pentingnya perlindungan diri terhadap penyakit tifoid di media dan media sosial @KenapaHarusVaksin. Vaksinasi tifoid dapat dilakukan di semua fasilitas kesehatan. Konsultasikan kepada dokter Anda untuk mendapatkan vaksinasi tifoid.

About Dewi Syafrianis

Dewi Syafrianis

Check Also

Anak Muda Juga Rentan Terkena Kolesterol Lho, 3 Hal Ini Cara Mengatasinya!

GoHappyLive.com, JAKARTA- Penderita kolesterol di kalangan anak muda, belakangan ini kian mengkhawatirkan. Minimnya aktivitas fisik …

Jangan Lalai! Gaya Hidup Rebahan Sumbang Peningkatan Kasus Diabetes dan Prediabetes Selama Pandemi

GoHappyLive.com, JAKARTA- Pandemi Covid-19 telah mengubah gaya hidup masyarakat ternyata bukan sekedar isapan jempol belaka. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *