Saturday , May 8 2021
Home / LIFESTYLE & SOCIAL / Webinar Tiga Generasi, Mentri PPPA Bintang Puspayoga: Perempuan Berperan Penting Mencegah dan Menangani Penyebaran Covid-19 Dalam Klaster Keluarga

Webinar Tiga Generasi, Mentri PPPA Bintang Puspayoga: Perempuan Berperan Penting Mencegah dan Menangani Penyebaran Covid-19 Dalam Klaster Keluarga

GoHappyLive.com,JAKARTA – Perempuan memiliki peran penting dalam menentukan arah kehidupan bangsa, baik di masa lampau saat berjuang merebut kemerdekaan, maupun di masa kini dalam mengisi kemerdekaan serta pembangunan bangsa. Perempuan Indonesia telah menunjukan kontribusi nyatanya dari generasi ke generasi untuk memajukan bangsa.

 

Perempuan berperan besar dalam menentukan arah kehidupan bangsa, hal ini terbukti di lintas generasi. Dengan perannya masing-masing, mereka memaksimalkan dan membagikan potensi terbaiknya kepada keluarga, anak-anak, maupun masyarakat di sekitarnya untuk berkontribusi memajukan bangsa.

Tonggak perjuangan perempuan ditandai dengan peristiwa bersatunya kaum perempuan dari 97 organisasi dalam Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyuarakan hak dan cita-cita perempuan Indonesia.

Peristiwa sejarah ini kemudian mendasari Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sebagai Hari Nasional pada 1959 juga bertepatan dengan Kongres Perempuan III yang berhasil membentuk gabungan seluruh organisasi perempuan di Indonesia. Sehingga jelas bahwa Peringatan Hari Ibu (PHI) bukanlah Mother’s Day melainkan wujud kongkrit peran perempuan dalam merebut kemerdekaan.

Mentri PPPA, Bintang Puspayoga/ foto; istimewa

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan peran penting para perempuan yang tergabung dalam wadah organisasi menjadi bagian dari pergerakan nasional untuk mendapatkan kehidupan lebih layak bagi kaum dan bangsanya, serta lepas dari belenggu penjajahan. Perjalanan panjang dalam mempertahankan kemerdekaan tersebut, bukanlah pekerjaan mudah.

Perempuan ikut berperan nyata, mulai dari menjadi tentara perempuan pada agresi militer di awal kemerdekan, bekerja sebagai tenaga medis, membuka dapur umum, menjadi penulis dan politikus untuk menyalurkan pendapatnya, hingga menjadi ibu rumah tangga yang menjaga keluarganya. Perjuangan mereka pun masih terasa nyata hingga saat ini.

“Begitu pula di masa modern ini, peran perempuan tidak terhenti begitu saja, mereka bahkan tetap menjadi sentral di berbagai sektor kehidupan. Peran perempuan tetap lestari dari generasi ke generasi bagi bangsa ini. Dalam sektor ekonomi dan ketenagakerjaan misalnya, perempuan telah menyumbangkan pendapatan cukup besar bagi negara, baik melalui sektor formal dan informal, di antaranya sebagai pekerja migran, pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bahkan perempuan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan di masa pandemi Covid-19. Perempuan yang berdaya secara ekonomi, tidak hanya menjadi pejuang ekonomi bagi keluarganya, tetapi juga bagi bangsa,” jelas Menteri  Bintang dalam Webinar 3 Generasi sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-92 tahun 2020. Webinar ini  merupakan kerjasama antara Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Pada sisi pendidikan dan pengasuhan anak,  Menteri Bintang menambahkan meskipun ayah dan ibu memiliki kewajiban bersama, tidak dapat dipungkiri bahwa ada aspek-aspek penting yang hanya dapat dipenuhi perempuan.

“Ibu yang cerdas, sejahtera, dan berdaya akan mampu memenuhi gizi yang seimbang dan mengawal pemenuhan hak anak sehingga kebutuhan tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal. Ini bertujuan demi mewujudkan generasi masa depan bangsa yang berkualitas. Ibu dan ayah merupakan role model pertama dan utama bagi anak. Untuk itu, nilai-nilai kebangsaan perlu ditanamkan sejak dini, sehingga anak dapat tumbuh dengan memahami bahwa peran dan perjuangannya dibutuhkan masyarakat luas,” lanjutnya.

Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto/ foto: dewi

Sedangkan dari  segi sosial, perempuan selalu mampu membawa perubahan sosial yang masif, seperti aktif dalam kegiatan di lingkungan; mampu membaur di tengah masyarakat, serta melakukan advokasi bagi orang banyak. Untuk itu, perempuan berperan penting dalam mencegah dan menangani penyebaran Covid-19 dalam klaster keluarga, di antaranya dengan menerapkan dan menyosialisasikan protokol kesehatan keluarga secara masif kepada keluarga dan masyarakat.

“Saya berpesan kepada para Ibu, mari kita lakukan upaya terbaik dalam menjaga keluarga dan lingkungan dari Covid-19. Inilah saatnya kita sebagai perempuan generasi penerus, ikut serta berjuang untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis pandemi. Mari bergandengan tangan, satukan kekuatan untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi bangsa Indonesia. Selamat Hari Ibu. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju,” terang Menteri Bintang.

Ketua Umum KOWANI, Giwo Rubiyanto menekankan pentingnya meluruskan makna bahwa Hari Ibu bukanlah mother’s day kepada para generasi muda.

“Peringatan Hari Ibu bertujuan untuk memaknai perjuangan pergerakkan perempuan Indonesia dalam melepaskan belenggu dari penjajahan dan meraih kemerdekaan. Mari bersama memaknai momentum ini dengan mengimplementasikan hasil perjuangan ibu bangsa di masa lalu untuk saling mengerti, menghargai, dan menciptakan keselarasan di antara generasi dengan generasi berikutnya, serta mengiatkan peran penting perempuan tidak hanya dalam menjalankan kodratnya, tapi juga berkontribusi langsung dalam pembangunan demi memajukan bangsa,” terang Giwo.

Pada Webinar 3 Generasi ini hadir pula anggota tim ahli Kowani,   Sjamsiah Ahmad. Sjamsiah menyoroti  pentingnya peran serta generasi muda untuk memahami dan melanjutkan pencapaian tujuan pergerakan perjuangan perempuan di masa lampau, dengan memperhatikan aspek positif maupun negatif dari laju globalisasi.

“Perjuangan kaum perempuan sudah terjadi pada abad XVI di Aceh dan abad XVIII di Maluku, di Jawa Barat dan di sejumlah daerah. Saya yakin generasi penerus sangat  paham berbagai perangkat hukum tentang kemitraan  yang setara antara perempuan dan laki-laki. Tetapi sayangnya mereka tidak cukup memahami sejarah perjuangan ibu-ibu kita sendiri,” ujar Sjamsiah seraya menyebut nama pahlawan wanita Malahayati , Martha Christina Tiahahu dan Dewi Sartika.

Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kreativitas dan Inovasi, Alia Laksono sebagai perwakilan dari generasi milenial menuturkan bahwa makna Peringatan Hari Ibu merupakan perayaan perjuangan perempuan yang identik dengan kapasitas kebebasan perempuan untuk memilih jalannya, dalam mengisi pembangunan serta memberi dampak positif bagi lingkungan dan bangsa.

 

About Dewi Syafrianis

Dewi Syafrianis

Check Also

DJSN Optimis Kesejahteraan Pekerja Indonesia Capai Titik Maksimal

GoHappyLive.com,JAKARTA–Setelah dilantik oleh Presiden Jokowi pada 22 Februari 2021 lalu, Dewas dan Direksi BPJS mulai …

Baru Saja Terbentuk, Pansel BPJS Dorong DJSN Revisi Perpres RI Tata Cara Pemilihan Dewas

GoHappyLive.com, JAKARTA–Pansel BPJS mendorong  agar DJSN bersama Kementerian/ Lembaga melakukan revisi Peraturan Presiden RI Nomor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *