Gohappylive.com, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menggelar program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 secara serentak di seluruh Indonesia pada Rabu, 27 Mei 2026.
Program ini dilaksanakan melalui penyembelihan hewan kurban di 103 titik balai ternak BAZNAS yang tersebar di 15 provinsi.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan program Kurban Berkah Berdayakan Desa merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menjadikan ibadah kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat desa.
Melalui program tersebut, BAZNAS RI mengoptimalkan hilirisasi hasil peternakan dengan menyiapkan 3.359 ekor ternak bakalan jantan komoditas lokal yang dikelola langsung oleh 2.089 peternak binaan di berbagai daerah di Indonesia.
“Intinya, semua program BAZNAS bertujuan memberdayakan masyarakat. Kita ini umat Islam mayoritas di Indonesia, tetapi kontribusi ekonomi kita masih perlu diperkuat,” jelas Sodik saat menghadiri acara penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban di Desa Sayana, Rabu 27 Mei 2026.
Kurban Berkah Berdayakan Desa Dukung Ketahanan Pangan
Selain memperkuat ekonomi masyarakat desa, program Kurban Berkah Berdayakan Desa juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta membantu pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi keluarga prasejahtera, ibu hamil, dan anak-anak.
Sodik menegaskan, BAZNAS RI ingin membangun ekosistem peternakan umat yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan melalui program pemberdayaan berbasis peternakan tersebut.
“Kami berharap program pemberdayaan berbasis peternakan ini dapat melahirkan mustahik yang mandiri serta mampu meningkatkan taraf kesejahteraannya. Kami juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Kuningan beserta jajaran, DPRD, Kemenag, PT Sumber Alfaria Trijaya selaku mitra, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung penguatan program pemberdayaan BAZNAS RI,” tuturnya.
Bupati Kuningan Apresiasi Program Kurban BAZNAS
Bupati Kabupaten Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, turut mengapresiasi program Kurban Berkah Berdayakan Desa yang dinilai relevan dengan kondisi daerah yang masih menghadapi tantangan kemiskinan dan pengangguran.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya sebatas pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Program ini bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas ekonomi. Tentu dengan meningkatkan kapasitas ekonomi Insyaallah ini kesejahteraan akan semakin meningkat,” ujar Dian.
Ia optimistis pengelolaan kurban secara profesional yang dilakukan BAZNAS mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Saya kira program ini (Kurban Berkah Berdayakan Desa) menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana ibadah kurban bisa berdampak sosial dan berdampak ekonomi. Ini saya optimistis melalui pengolahan kurban yang profesional yang selama ditunjukkan oleh BAZNAS, Insyaallah ya, Kuningan semakin sejahtera,” lanjutnya.
BAZNAS Kuningan: Kurban Bukan Sekadar Distribusi Daging
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Yayan Sofyan, menyebut program ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan manfaat kurban yang lebih luas, produktif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, program Kurban Berkah Berdayakan Desa juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kurban hari ini bukan hanya tentang distribusi daging, tetapi juga tentang membangun kemandirian ekonomi umat, menciptakan lapangan usaha, dan memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan kesejahteraan,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kuningan Ahmad Handiman Romdony, serta Area Koordinator Plumbon Alfamart Agustia Solihin.

