Mon. May 25th, 2026

Galeri Indonesia Kaya Hadirkan Tari Obah Gerabah, Angkat Kehidupan Pengrajin Gerabah Borobudur

Gohappylive.com, JAKARTA – Perayaan Hari Tari Sedunia yang digelar Bakti Budaya Djarum Foundation terus berlanjut sepanjang Mei 2026 melalui berbagai pertunjukan seni tari di Galeri Indonesia Kaya.

Salah satu pertunjukan yang mencuri perhatian adalah Tari Obah Gerabah karya Sanggar Seni Lemah Urip yang mengangkat kisah kehidupan para pengrajin gerabah melalui perpaduan tari, musik, dan eksplorasi artistik berbasis budaya lokal.

“Perayaan Hari Tari Sedunia tidak berhenti pada satu momentum saja. Melalui rangkaian pertunjukan sepanjang Mei di Galeri Indonesia Kaya, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi ragam tari dan komunitas seni yang terus menjaga tradisi di tengah masyarakat. Menghadirkan Tari Obah Gerabah oleh Sanggar Seni Lemah Urip menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap pelaku budaya yang menjaga tradisi melalui karya seni yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Melalui perpaduan tari, musik, dan properti gerabah, Tari Obah Gerabah mengajak penonton menyelami kehidupan sederhana para pengrajin gerabah yang hidup berdampingan dengan alam serta menjunjung semangat gotong royong.

Dalam pertunjukan ini, gerabah tidak hanya menjadi elemen artistik, tetapi juga simbol kerja kolektif, ketekunan, dan sumber penghidupan masyarakat sekitar Borobudur.

Bagi warga setempat, gerabah merupakan mata pencaharian utama yang diwariskan secara turun-temurun.

Proses panjang mulai dari pengolahan tanah, pembentukan, hingga pembakaran gerabah dihadirkan sebagai refleksi perjuangan para pengrajin dalam mempertahankan tradisi di tengah perubahan zaman.

Pertunjukan Tari Tradisional dengan Musik Gerabah
Tari Obah Gerabah dibawakan oleh penari anak hingga dewasa dengan melibatkan 13 penampil, termasuk penari dan pemusik.

Pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit ini dikoreografikan oleh Derra Kartika dengan memadukan unsur tari tradisional dan eksplorasi teatrikal.

Keunikan pertunjukan ini terletak pada penggunaan bunyi-bunyian gerabah sebagai instrumen musik yang menciptakan pengalaman artistik khas dan sarat nuansa tradisional.

Penonton juga diajak berinteraksi langsung memainkan alat musik gerabah untuk merasakan emosi dan energi pertunjukan melalui ritme dan denting suara yang dihasilkan.

“Melalui Tari Obah Gerabah, kami ingin menunjukkan bahwa gerabah bukan sekadar benda kerajinan, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang menjadi sumber penghidupan keluarga secara turun-temurun. Kami berharap pertunjukan ini dapat membuat masyarakat lebih mengenal perjuangan para pengrajin sekaligus memahami pentingnya menjaga tradisi agar tetap hidup dan relevan,” ujar Derra.

Sanggar Seni Lemah Urip Fokus pada Pelestarian Budaya
Sanggar Seni Lemah Urip merupakan komunitas seni berbasis di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, yang berfokus pada pendidikan non-formal bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Sanggar ini menjalankan tiga program utama secara gratis, yakni Sekolah Gerabah, Kelas Tari Gerabah, dan Kelas Musik Gamelan. Melalui program tersebut, Sanggar Seni Lemah Urip tidak hanya menjadi ruang belajar seni, tetapi juga wadah pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

“Di Sanggar Seni Lemah Urip, kami ingin menciptakan ruang belajar yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Gerabah, tari, dan gamelan bukan hanya kesenian bagi kami, tetapi bagian dari identitas dan keseharian warga yang perlu terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar pendiri Sanggar Seni Lemah Urip, Muhammad Jafar atau Jepe.

Aktif di Program Budaya dan Festival Nasional
Komitmen Sanggar Seni Lemah Urip dalam menjaga budaya lokal juga terlihat melalui keterlibatan mereka dalam berbagai program berbasis komunitas di kawasan Borobudur.

Sanggar ini menjadi bagian dari jejaring komunitas budaya dalam program UNESCO Borobudur Youth Engage yang berfokus pada penguatan peran generasi muda dan masyarakat lokal dalam menjaga warisan budaya.

Selain itu, mereka juga menghadirkan pertunjukan seni Lakuning Tanah dalam puncak Festival Lampion Waisak Nasional 2025 serta aktif mengikuti Festival Gerabah sejak 2019 hingga 2025.

Tari Obah Gerabah menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan tari yang dihadirkan Galeri Indonesia Kaya sepanjang Mei 2026 dalam rangka merayakan Hari Tari Sedunia.

Sebelumnya, Galeri Indonesia Kaya telah menghadirkan pertunjukan Penari Petani oleh EkosDance Company, Lintas Generasi Tari Topeng Losari oleh Sanggar Purwa Kencana Nani Topeng Lestari, serta Galodo oleh Jagatari.

Rangkaian perayaan akan ditutup dengan pertunjukan Tamasya di Medan Terliar oleh DRKR Kolektif pada 30 Mei 2026 mendatang.

Ke depannya, Galeri Indonesia Kaya akan terus menghadirkan beragam pertunjukan seni setiap akhir pekan yang informasinya dapat diakses melalui situs IndonesiaKaya.com.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *