JAKARTA, Gohappylive.com – LAKON Indonesia merayakan delapan tahun perjalanannya di industri fashion melalui instalasi mini yang digelar di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading. Perayaan ini menandai kiprahnya yang konsisten menghadirkan koleksi ready-to-wear berbasis wastra Indonesia sekaligus merawat bumi dengan mengurangi sampah fashion.
Konsistensi itu hadir dalam instalasi mini yang sebelumnya pernah digelar dari tahun ke tahun, sejak tahun 2020. “Delapan tahun bagi LAKON bukan sekadar penanda usia, melainkan perayaan atas sebuah proses yang dipenuhi cerita, diskusi, dan tangan-tangan perajin yang terus bekerja. Momen ini menjadi kesempatan untuk merayakan perjalanan LAKON dalam merawat warisan budaya, mendukung para perajin, dan bertumbuh bersama ekosistem fashion lokal,” kata pendiri Lakon Indonesia, Thresia Mareta, di Lakon Store, Summarecon Mal Kelapa Gading, Jakarta, pekan lalu.
Berikut perjalanan Lakon Indonesia yang terangkum dalam tema koleksi:
Pakaiankoe
Pakainankoe dipresentasikan pada 15 November 2020 di ASHTA District 8, SCBD, Jakarta, sebagai koleksi perdana LAKON. Bertema A Journey to Java, koleksi ini menghidupkan kembali warisan tekstil dan kerajinan Jawa melalui pendekatan modern, membawa pakaian etnik ke dalam keseharian generasi kini.
“Nama ‘Pakaiankoe’ terasa personal, pengingat bahwa pakaian adalah identitas, kenangan, dan cerita tentang siapa kita, sekaligus menjadi langkah awal LAKON membangun ekosistem budaya yang menghubungkan desainer, perajin, dan masyarakat,” kata Thresa.
Gantari
Koleksi Gantari: The Final Journey to Java dipresentasikan pada 9 Oktober 2021 di Candi Prambanan, Yogyakarta, dalam rangka Hari Batik Nasional 2021 sebagai penghormatan terhadap wastra Nusantara. Koleksi ini memadukan batik, jumputan, dan tenun lurik karya perajin Jawa dengan siluet modern sebagai penghormatan terhadap wastra Nusantara. Nama “Gantari” sendiri bermakna cahaya dan semangat, simbol budaya yang terus bergerak dan menemukan bentuk baru. Koleksi ini memadukan batik, jumputan, dan tenun lurik karya perajin Jawa dengan siluet modern, sekaligus merefleksikan perjalanan, ketahanan, dan harapan serta menegaskan bahwa budaya Indonesia terus hidup dan berkembang melalui kolaborasi antara pengrajin, seniman, dan generasi masa kini.
Aradhana
Koleksi “Aradhana” dari Lakon Indonesia yang ditampilkan pada 11 November 2021 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, mengangkat tema Seen and Unseen tentang proses panjang, kerja di balik layar, dan dedikasi para pengrajin dalam menjaga budaya. Koleksi ini menghadirkan lebih dari 30 busana ready-to-wear berbahan wastra Nusantara seperti batik, tenun ikat, songket, dan ulos dari berbagai daerah, dengan konsep bahwa kain tradisional dapat menjadi bagian dari kehidupan modern.
“Lebih dari sekadar fashion, “Aradhana” juga memperkuat ekosistem budaya melalui riset, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian pengrajin lokal, sekaligus menyatukan keberagaman Indonesia lewat kain dan cerita budaya,” ungkap Thresa.
Lorong Waktu
Koleksi kelima LAKON yang dipresentasikan pada 6 September 2022 di Fashion Tent, La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading, dalam ajang JF3. Lakon Indonesia mempersembahkan koleksi “Lorong Waktu” sebagai koleksi kelima hasil kolaborasi dengan maestro batik Pekalongan, Cahyo, yang dikenal lewat motif flora dan fauna serta teknik pewarnaan khasnya. Koleksi ini mengangkat perjalanan waktu dan warisan budaya Indonesia melalui karya para pengrajin yang diwujudkan dalam setiap kain, warna, dan siluet, sekaligus mencerminkan komitmen Lakon Indonesia dalam mendukung keberlanjutan budaya serta memperkenalkan karya lokal Indonesia ke tingkat internasional.
RIK 062324 L
Menutup JF3 Fashion Festival 2023 pada 26 Juli 2023 bersama desainer Irsan, koleksi “RIK 062324 L” . Berbeda dari koleksi sebelumnya yang berfokus pada batik, kali ini LAKON menjadikan tenun lurik sebagai pusat cerita (lurik berarti garis atau pagar, simbol perlindungan dalam filosofi Jawa).
“Koleksi ini menghadirkan lebih dari seratus tampilan ready-to-wear dengan siluet urban dan warna-warna berani, membuktikan bahwa kain tradisional dapat hadir relevan bagi generasi masa kini tanpa kehilangan nilai budayanya,” jelas Thresa.
The Tailor Made 01
Diluncurkan pada 29 November 2023 sebagai first privé collection karya Irsan dengan konsep made to order. Merayakan seni jahit tangan dan craftsmanship yang dikerjakan nyaris sepenuhnya secara manual, koleksi ini sekaligus menandai peresmian Teras Lakon di Summarecon Serpong. Koleksi “The Tailor Made 01” dari Lakon Indonesia menjadi sebuah langkah baru yang memperlihatkan sisi paling personal dan eksklusif dari perjalanan Lakon Indonesia.
“Mengusung konsep made to order, koleksi ini hadir sebagai penghormatan terhadap seni menjahit klasik, sebuah keterampilan yang dulu sangat dihargai, namun perlahan mulai terlupakan di tengah industri fashion modern,” ungkap Thresa.
Pasar Malam
Dipresentasikan di JF3 Fashion Festival 2024 pada 30 Juli 2024, koleksi “Pasar Malam” dari Lakon Indonesia menghadirkan interpretasi baru streetwear kontemporer yang terinspirasi dari kehidupan urban. Berkolaborasi dengan maestro batik Pekalongan, Dudung Alisyahbana, koleksi ini memadukan motif batik yang modern dan dinamis dengan potongan kasual, layering, dan siluet yang mengutamakan kenyamanan tanpa meninggalkan nilai artistik. Lebih dari sekadar koleksi busana, “Pasar Malam” merefleksikan suasana keramaian, warna, dan nostalgia yang akrab bagi masyarakat Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa budaya tradisional dapat terus relevan dan dekat dengan generasi masa kini.
Urub
Koleksi “Urub” dari Lakon Indonesia terinspirasi dari filosofi Jawa “Urip iku urub” artinya hidup itu menyala dan memberi terang, sebagai refleksi tentang kehidupan, pengorbanan, dan cahaya yang diberikan manusia kepada sesamanya. Dipresentasikan di JF3 Fashion Festival 2025 pada 30 Juli 2025, koleksi ini memadukan tekstil tradisional seperti batik dan tenun dengan pendekatan kontemporer melalui warna-warna hangat, potongan longgar, dan eksplorasi material yang merepresentasikan semangat empati dan dedikasi para pengrajin Nusantara. “Urub” bukan sekadar koleksi fashion, melainkan sebuah pernyataan bahwa keindahan sejati lahir dari tindakan memberi, dan bahwa budaya dapat terus hidup sebagai cahaya yang menerangi banyak orang.
Koleksi Anniversary LAKON Indonesia ke-8
Sebagai puncak perayaan, LAKON meluncurkan koleksi spesial. Dibuat dari sisa-sisa kain yang dikumpulkan sepanjang delapan tahun perjalanan koleksi LAKON Indonesia, setiap pieces diolah kembali menjadi busana yang mudah dipadupadankan dan dikenakan di berbagai momen. Setiap karya dibuat terbatas dan tidak mungkin direplikasi dengan cara yang sama, sepotong perjalanan LAKON yang dibuat untuk dikenakan, disimpan, dan dikenang.
“Kain sisa kalau bisa kami olah menjadi sesuatu yang berharga,” kata Thresa menjelaskan cara Lakon Indonesia merawat bumi dari sampah fashion atau limbah kain. Perayaan ini juga menghadirkan sejumlah aktivitas: “UP-CYCLE by LAKON Indonesia” Repair Service, layanan perbaikan sebagai wujud komitmen LAKON pada fashion berkelanjutan. Interactive Scrapbook Activity, ruang bagi pengunjung untuk turut menuliskan bagian dari cerita LAKON.

