Wed. Apr 29th, 2026

Kemenkes dan Mitra Dorong Pencegahan Cacar Api di Indonesia Lewat Kampanye “Cegah Cacar Api Tanpa Tapi”

Gohappylive.com, JAKARTA — Bertepatan dengan World Immunization Week (24–30 April) dan kampanye global Shingles Action Week, risiko penyakit cacar api atau herpes zoster menjadi perhatian, khususnya bagi lansia dan individu dengan penyakit kronis di Indonesia.

Merespons hal ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, Yayasan Jantung Indonesia, dan GSK Indonesia mendorong penguatan langkah preventif melalui kolaborasi lintas sektor.

Kampanye “Cegah Cacar Api Tanpa Tapi”
Kampanye ini mengusung slogan “Cegah Cacar Api Tanpa Tapi”, yang menekankan pentingnya pencegahan tanpa penundaan, terutama bagi masyarakat usia 50 tahun ke atas dan penderita penyakit kronis.

Cacar api tidak hanya menimbulkan nyeri hebat, tetapi juga berpotensi menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti neuralgia pascaherpetik yang berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas.

Survei global GSK menunjukkan 42% penderita cacar api mengalami nyeri berat yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sementara 33% mengaku produktivitasnya terganggu.

Selain itu, sejumlah penyakit kronis diketahui meningkatkan risiko cacar api, seperti penyakit jantung (34%), penyakit ginjal kronis (29%), diabetes (38%), serta PPOK atau asma (41%).

Namun, lebih dari separuh responden (54%) mengaku belum pernah mendiskusikan penyakit ini dengan dokter, menandakan rendahnya kesadaran masyarakat.

Kisah Pasien Perkuat Pentingnya Pencegahan
Dampak penyakit ini juga terlihat dari pengalaman pasien, seperti Lionel (59) dari Singapura yang menggambarkan nyeri cacar api sebagai salah satu yang paling hebat, bahkan setelah infeksi mereda.

Pengalaman serupa dirasakan Lemesti (54), pebisnis dari Indonesia dengan riwayat hipertensi, yang tetap mengalami gangguan aktivitas akibat nyeri meski ruam telah mengering.

Kisah-kisah ini menegaskan pentingnya edukasi dan deteksi dini.

Inisiatif HeartShield untuk Pasien Kardiovaskular
Sebagai langkah konkret, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia dan GSK Indonesia akan meluncurkan inisiatif preventif HeartShield.

Program ini mencakup edukasi melalui platform digital, chatbot berbasis WhatsApp, hingga kampanye media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko cacar api.

Maia Estianty Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan
Maia Estianty sebagai Duta Kampanye “Kenali Cacar Api” mengajak masyarakat untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan.

“Sebagai pekerja seni yang aktif, ibu, dan istri, masih banyak yang ingin saya lakukan ke depan. Saya ingin terus berkarya dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sehingga saya harus menjaga kesehatan agar momen bahagia tidak terlewatkan. Untuk mencegah terjadinya cacar api, penting bagi orang dewasa untuk menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga, termasuk dengan melakukan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter,” ujar Maia Estianty.

Kemenkes Tekankan Pentingnya Imunisasi Dewasa
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan pentingnya langkah preventif.

“Kami menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga produktivitas nasional. Imunisasi dewasa bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan kesehatan masyarakat yang penting untuk mengurangi beban penyakit, angka rawat inap, serta dampak ekonomi,” ujarnya.

Risiko Lebih Tinggi pada Pasien Jantung
Ketua PP PERKI, Ade Meidian Ambari, menekankan kaitan antara cacar api dan penyakit jantung.

“Pencegahan cacar api sama pentingnya dengan menjaga kesehatan jantung. Pasien dengan penyakit jantung perlu mendapatkan edukasi agar terhindar dari risiko infeksi yang dapat memperburuk kondisi jantung… Oleh karena itu, pencegahan dan edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan jantung sekaligus meminimalkan risiko komplikasi,” ujarnya.

Edukasi dan Komunikasi Jadi Kunci
Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia, Iwet Ramadhan, menyoroti pentingnya komunikasi kepada masyarakat.

“Komunikasi yang jelas dan penuh empati kepada pasien dan keluarga itu sangat penting. Edukasi yang mudah diakses menjadi kunci agar masyarakat paham risikonya dan bisa mengambil keputusan yang tepat. Mari jaga jantung, jaga daya tahan tubuh, dan jangan ragu bertanya pada dokter. Karena melindungi diri dari penyakit yang bisa dicegah adalah bentuk cinta sejati kepada keluarga,” ujarnya.

Kolaborasi Perkuat Upaya Pencegahan
Director of Market Access, Communication and Government Affairs GSK Indonesia, Reswita Dery Gisriani, menegaskan komitmen kolaborasi.

“Kerja sama PP PERKI dan GSK ini sejalan dengan komitmen GSK Indonesia bersama Kementerian Kesehatan RI… perlindungan terhadap penyakit ini perlu menjadi perhatian, tidak hanya bagi kelompok berisiko, tetapi juga masyarakat secara luas,” ujarnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *