Gohappylive.com, JAKARTA — Tingginya angka kematian ibu dan kasus kanker serviks di Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk kalangan tenaga kesehatan.
Kondisi tersebut mendorong perlunya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, dalam memperkuat edukasi kesehatan perempuan di Indonesia.
Menjawab tantangan tersebut, SPRIN (Selamatkan PeRempuan INdonesia) dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) resmi meluncurkan program Youth SPRINTER (Kader SPRINTER/SPRIN Volunteer) melalui kegiatan Launching Youth SPRINTER & SPRIN Padel Fun Game 2026 di Grand Padel Pulo Mas, Jakarta.
Program ini menjadi salah satu dari empat pilar utama gerakan SPRIN yang bertujuan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menyebarkan edukasi kesehatan perempuan melalui pendekatan berbasis komunitas yang lebih relevan, inklusif, dan dekat dengan kehidupan anak muda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka Selain itu, hadir pula berbagai stakeholder strategis sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap gerakan kesehatan perempuan yang diinisiasi SPRIN dan POGI.
Acara juga dimeriahkan dengan pertandingan persahabatan padel yang melibatkan jajaran kementerian, Pengurus Pusat POGI, perwakilan POGI cabang, siswa-siswi SMA Labschool, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, hingga komunitas Mom’s School dari berbagai sekolah.
Youth SPRINTER Dorong Anak Muda Jadi Agen Perubahan
Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Budi Wiweko, mengatakan Youth SPRINTER dihadirkan untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap kesehatan perempuan.
“Melalui Youth SPRINTER, kami ingin mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan berani mengambil peran dalam menyebarkan edukasi kesehatan perempuan di lingkungan sekitarnya. Kami percaya pendekatan yang dekat dengan keseharian anak muda akan membuat pesan kesehatan lebih mudah diterima dan dijalankan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti Padel Fun Game dipilih karena dekat dengan gaya hidup generasi muda yang aktif, sehat, dan kolaboratif.
“Karena itu, hari ini kami menghadirkan Padel Fun Game melalui friendship tournament antara PP POGI dan para stakeholders strategis, sekaligus meluncurkan Youth SPRINTER yang diawali bersama siswa-siswi SMA Labschool Jakarta dan nantinya akan berkembang ke lebih banyak sekolah serta komunitas anak muda lainnya,” katanya.
Edukasi Kesehatan Perempuan Jadi Gerakan Bersama
Berdasarkan data yang disampaikan, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih berada di kisaran 189 per 100.000 kelahiran hidup, salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.
Sementara itu, lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks terdiagnosis setiap tahun, dengan lebih dari 21.000 perempuan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Menurut Prof. Budi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan perempuan harus menjadi gerakan bersama hingga tingkat komunitas.
“Masalah kesehatan perempuan bukan hanya isu medis, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Ketika perempuan sehat, keluarga dan generasi berikutnya pun akan tumbuh lebih sehat,” katanya.
Ia menegaskan, POGI ingin membangun gerakan sosial yang sederhana, konsisten, dan mudah dipraktikkan masyarakat.
“Melalui Youth SPRINTER, kami ingin mendorong anak muda untuk berani mengambil peran sebagai agen perubahan sosial dalam menyebarkan edukasi kesehatan perempuan secara lebih relevan dan mudah diterima. Kami percaya perubahan besar selalu dimulai dari lingkungan terdekat,” ujarnya.
Youth SPRINTER Jadi Bagian Gerakan Nasional SPRIN
Prof. Budi menjelaskan, Youth SPRINTER merupakan bagian dari empat pilar utama SPRIN yang meliputi program terintegrasi, standar mutu tersertifikasi SPRIN POGI, kampanye awareness, hingga pembentukan SPRINTER Ambassador.
Program ini akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan komunitas, universitas, sekolah, organisasi kepemudaan, hingga komunitas lintas agama di berbagai daerah Indonesia.
“Dalam implementasinya, para kader SPRINTER akan menjadi perpanjangan tangan gerakan di masyarakat melalui pelatihan bertahap seputar edukasi kesehatan perempuan, pendampingan komunitas, hingga advokasi sosial,” jelasnya.
Program tersebut juga dilengkapi kurikulum pelatihan berjenjang, Training of Trainers (TOT), modul micro-learning digital, edukasi lapangan, sertifikasi kader tahunan, hingga komunitas online yang mendukung lahirnya SPRINTER Ambassador di berbagai daerah.
POGI Targetkan Gerakan Berkelanjutan
Melalui peluncuran Youth SPRINTER, POGI berharap dapat membangun gerakan nasional yang inklusif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang kampanye satu hari. Ini adalah gerakan jangka panjang untuk memastikan perempuan Indonesia memiliki akses terhadap informasi kesehatan yang benar, dukungan komunitas yang kuat, dan keberanian untuk menjaga kesehatannya sendiri. Yang kali ini, lewat generasi muda kita,” tutup Prof. Budi.

